Home Ekonomi Perry Warjiyo Sebut Bos The Fed Iri dengan BI, Kenapa?

Perry Warjiyo Sebut Bos The Fed Iri dengan BI, Kenapa?

Ilustrasi Bank

28
0

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pagi ini hadir dalam ulang tahun Kemenko Bidang Perekonomian yang ke-54 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Ketua Kadin Rosan Roeslani.

Di sela-sela pidatonya, Perry Warjiyo sempat mengatakan, bos bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed Jeremy Powell, kerapkali iri dengan BI.

Kata dia, Bos The Fed iri dengan hubungan BI yang terbilang harmonis dengan Pemerintah. Padahal, The Fed seringkali memproleh kritik tajam dari Pemerintah AS disana.

“Jeremy Powell iri dengan saya, mereka dikritik pemerintahnya. Kalau kita bisa dilihat BIbagaimana mesranya dengan Pemerintah. Tetapi tetap kami independent selaku bank sentral, tapi kita sangat kuat hubunganya dengan Pemerintah,” tuturnya di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Selain itu, Perry juga membahas, setidaknya ada 5 sektor yang perlu digenjot Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedepannya. Salah satunya ialah sektor manufaktur.

“Untuk transformasi ekonomi setidaknya ada 5 sektor yang perlu kita dorong. Garmen, food, otomotif, dan elektronik,” paparnya.

Destry Damayanti Indikasikan BI Bakal Kembali Longgarkan Suku Bunga

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BIDestry Damayanti mengatakan kedepan BI masih akan menerapkan kebijakan yang sifatnya akomodatif.

Keputusan ini menyesuaikan dengan ketidakpastian perekonomian global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di domestik. Sebab itu, BI akan melonggarkan kebijakan-kebijakanya.

“Di global, adanya perang dagang AS-Tiongkok telah membuat perlambatan ekonomi dunia kian makin nyata. Itu bisa dilihat dari The Fed yang melonggarkan kebijakan dengan penurunan suku bunga acuannya,” tuturnya di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (7/8/2019).

Destry melanjutkan, pelonggaran kebijakan BI bertujuan untuk menjaga inflasi di rentang yang terjaga. Selain itu, juga bertujuan menstimulus perekonomian Indonesia kedepannya.

“BI sudah lakukan easy monetary policy dengan penurunan GWM kemarinPerlu kita waspadai dan monitor bagaimana perkembangan yang terjadi di ekonomi global,” paparnya.

Sah! Destry Damayanti Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Mahkamah Agung (MA) resmi melantik Destry Damayanti menjadi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI Muhammad Hatta Ali di Gedung Mahkamah Agung RI pada hari ini, Rabu (7/8/2019).

Ketua MA Hatta Ali menyampaikan berdasarkan surat Keputusan Presiden RI Nomor 74/P/Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019, Destry Damayanti telah diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

“Sebelum memangku jabatan Deputi Gubernur Senior BI wajib mengucapkan sumpah jabatan. Apakah anda bersedia mengucapkan sumpah jabatan menurut agama dan kepercayaan anda?,” ujar Hatta Ali kepada Destry saat pelantikan di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Destry pun menyatakan kebersediaannya untuk mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Kemudian dia menerima naskah sumpah jabatan dari Mahkamah Agung, Rohaniwan pun mendekatkan Alquran pada Destry Damayanti.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk menjadi Deputi Gubernur Senior BI langsung atau tidak langsung dengan nama dan dari apapun tidak menjanjikan atau memberikan sesuatu kepada siapapun juga. Saya bersumpah dalam melakukan apapun dalam jabatan ini langsung atau tidak langsung ataupun janji dalam bentuk apapun. Saya bersumpah bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban tugas Deputi Gubernur Senior BI dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujar Destry.

Dengan demikian, saat ini Destry resmi menjadi bagian dari Dewan Gubernur BI, menggantikan posisi Mirza Adityaswara yang telah selesai masa baktinya.

Dalam pelantikan ini, turut hadir Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuanhan (OJK) Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here